Indonesia Topnews-Batam – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Tiban, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, secara tiba-tiba menyebabkan banjir di sekitar simpang lampu merah Tiban, pada [hari/tanggal]. Dalam waktu kurang dari satu jam, genangan air sudah merendam badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan, air menggenangi ruas jalan utama hingga membuat sejumlah pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas. Beberapa kendaraan roda dua bahkan terpaksa berhenti dan berteduh karena derasnya hujan dan tingginya genangan.
Yang mengherankan, hujan lebat tersebut hanya terjadi di wilayah Tiban. Sementara di daerah lain seperti Sungai Panas, Jodoh, hingga Nagoya, kondisi cuaca terpantau normal tanpa hujan. Padahal jarak antara Tiban dan Nagoya hanya beberapa kilometer.

“Saya heran, di sini hujan deras sekali sampai banjir, tapi pas saya telepon keluarga di Nagoya katanya panas dan tidak hujan. Jaraknya dekat, tapi cuacanya jauh berbeda,” ujar salah seorang pengendara yang sedang berteduh di sekitar lokasi.
Warga menduga, selain faktor hujan ekstrem, buruknya sistem drainase turut memperparah kondisi banjir di kawasan tersebut. Air hujan yang tidak mengalir dengan lancar membuat genangan cepat terbentuk di jalan raya.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas di simpang Tiban sempat tersendat. Petugas dan warga setempat tampak membantu mengatur kendaraan agar tetap bisa melintas dengan aman.

Masyarakat berharap, pemerintah daerah segera melakukan evaluasi dan perbaikan saluran air di kawasan rawan banjir, agar kejadian serupa tidak terus terulang setiap musim hujan.
Hujan lokal ekstrem yang terjadi di Tiban ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca yang semakin sulit diprediksi, sekaligus perlunya perhatian serius terhadap infrastruktur drainase di Kota Batam.
Reporter: Sarmadani.

